January 2020 – Raptor Indonesia
 

Month: January 2020

Elang Kelelawar

| Leave a comment

Terbang berkeliling di sekitar sarang atau jalur terbang kelelawar saat senja hari menunggu kelelawar keluar untuk berburu. Setelah memilih calon mangsa, terbang dan bermanuver dengan cepat untuk mencengkeram mangsa dari belakang atau atas, kemudian segera menelan mangsa. Burung dan kelelawar berukuran besar akan dibawa dulu ke tenggeran untuk kemudian dimakan.


Setelah cek kesehatan terakhir, dokter hewan Dian Tresno Wikanti memasangkan penanda sayap dan microchip di tubuh Jujuk. Tujuannya adalah agar tim masih dapat memantau perkembangan Jujuk di alam liar pasca pelepasliaran. Beberapa menit kemudian, Jujuk sudah sampai di lokasi pelepasliaran di Taman Wisata Alam Kamojang, Garu.
Hewan dengan nama latin Accipiter trivirgartus ini diantar oleh sejumlah staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, PGE Area Kamojang, dan PKEK. Jujuk berkali-kali memalingkan kepalanya seakan tengah membaca keadaan alam sekitar.


Peduli keberlangsungan habitat Elang Jawa, sejak 2014, PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) bekerja sama dengan BBKSDA Jabar & Forum Raptor Indonesia menginisiasi pembentukan Pusat Konservasi Elang Kamojang.
Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) berada di kawasan Kamojang, Kecamatan Semarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kawasan ini juga menjadi salah satu tempat migrasi Elang.


Berukuran sedang (63-68 cm) berwarna pucat. Tubuh terlihat kekar dengan muka seperti kucing. Bagian atas coklat keabu-abuan, bagian bawah putih denga coretan gelap, tenggorokan dan dada coklat. Terdapat garis melintang yang samar pada perut dan empat garis melintang yang samar pada ekor. Individu remaja berwarna lebih pucat daripada dewasa. Pada waktu terbang, sayap terlihat lebar dan panjang, dengan garis panjang mencolok pada penutup sayap dan bulu terbang.


Elang-ular Bido

| Leave a comment

Berukuran sedang (50-74 cm) dengan rentang sayap (WS) antara 109-170 centimeter. Berwarna gelap. Sayap lebar dan mudah dikenali dengan tipe rentangan sayap yang menekuk ke atas seperti membentuk huruf ‘U’. Individu Dewasa; tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah coklat. Bagian perut, sisi tubuh, dan lambung umumnya berbintik-bintik putih, terdapat garis abu-abu lebar di tengah garis-garis hitam pada ekor.


Berukuran sedang (55-58 cm) dengan rentang sayap (WS) antara 118-129 centimeter. Dibanding dengan Elang-ular Bido (Spilornis cheela) sayap lebih panjang dan warna lebih gelap. Ekor memiliki garis berwarna putih pucay. Pola bintik-bintik lebih kecil, garis tengkuk coklat amber terang, tenggorokan hitam dan garis ekor terang.