February 28, 2018 – Raptor Indonesia
 

Day: February 28, 2018

Sikep-madu Sulawesi

| Comments Off on Sikep-madu Sulawesi

BARRED HONEY-BUZZARD

Pernis celebensis (Wallace, 1868)

Individu dewasa dalam posisi terbang. Di foto di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan | © Kama Jaya Shagir

Persebaran dan Ras

Merupakan burung pemangsa Endemik Sulawesi. Burung yang tidak umum, tapi tersebar di beberapa daerah terbatas. Menghuni empat pulau utama di Sulawesi yakni; Sulawesi, Peleng, Muna, dan Buton. Monotyopic.

Berukuran 51-61 cm. Punggung berwarna coklat, dada bagian atas berwarna merah karat dan bercoret hitam. Dada bagian bawah sampai perut berwarna abu-abu berpalang putih. Kepala abu-abu, tenggorokan putih bergaris hitam. Ekor coklat abu-abu pucat. Juvenile: berwarna lebih pucat dan lebih sedikit coretan.

Inividu muda (juvenile) dari tanah Toraja, Sulawesi Selatan | © Happy F.

Suara

Lebih banyak diam. Pada musim berbiak mengeluarkan suara teriakan memanggil yang keras.

Habitat

Hidup di hutan primer dan tepi hutan, terutama di perbukitan atau pegunungan sampai ketinggian 1100 m, meski terkadang juga ditemukan di dataran rendah dengan ketinggian diatas 250 m.

Berbiak

Tidak banyak informasi terkait dengan perkembangbiakan jenis ini di Sulawesi. Satu individu betina pernah terekam dalam kondisi siap berbiak pada bulan September di Sulawesi. Masa pengeraman dan anak mulai bisa meninggalkan sarang tidak diketahui.

Makanan

Seperti halnya dengan Sikep-madu lainnya, makanan utamanya adalah  sarang, larva, anakan dan lebah serta tawon dewasa. Juga memakan verteberata kecil dan serangga hymenoptera lainnya.

Kebiasaan dan Status Migrasi

Burung yang pemalu, seringkali bertengger di dahan yang tersembunyi. Terkadang terlihat berjalan di permukaan tanah. Merupakan burung endemik sulawesi.

Status Keterancaman dan Perlindungan

Ancaman utamanya adalah berkurangnya habitat dan perburuan untuk perdagangan.

Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Least concern (IUCN 2011), Appendix II CITES.

Sumber bacaan

Clark, W.S., Kirwan, G.M. & Marks, J.S. (2018). Sulawesi Honey-buzzard (Pernis celebensis). In: del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. & de Juana, E. (eds.). Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions, Barcelona. (retrieved from https://www.hbw.com/node/52960 on 28 February 2018).

 

Elang Ekor-panjang

| Comments Off on Elang Ekor-panjang

LONG-TAILED HONEY BUZZARD

Henicopernis longicauda (Gamot, 1828)

 

Long-tailed Buzzard

Persebaran dan Ras

Merupakan jenis burung pemangsa endemik. Ditemukan hampir di seluruh Papua, kelompok pulau Papua Barat, P. Aru, dan P. Yapen, dari ketinggian permukaan laut sampai 3000 meter diatas permukaan laut.

Deskripsi

Berukuran sedang (56 cm). Ekor dengan tiga palang hitam yang jelas. Perhatikan bayangannya yang khas ketika melambung tinggi di atas hutan: kepala kecil, ekor bundar panjang, dan sayap bundar panjang ke arah depan. Perhatikan sayap yang berpalanga sangat banyak; coret halus di dada dan sisi tubuh. Jika dari dekat, iris kuning dan coret putih di muka, mahkota, dan pipi.

Iris kuning, paruh hitam dengan sera abu-abu, tarsus telanjang, kaki abu-abu.

Suara

Jenis ini biasanya tidak bersuara, tetapi suaranya seperti elang-alap selama terbang

Habitat

Sering dijumpai menghuni kawasan hutan dengan tegakan kanopi yang rapat, namun paling umum di  tepian hutan, perbukitan dan Pegunungan.

Berbiak

Aktivitas berbiak teramati pada akhir musim penghujan menuju musim kemarau. Sarang berupa tumpukan ranting yang disusun di pohon pada dahan utama, terkadang sarang juga diletakan pada pohon pandan (Pandanus sp). Jumlah telur dan masa pengeraman tidak diketahui.

Makanan

Makanan utamanya adalah serangga termasuk lebah dan larva lebah, semut dan belalang. Juga memangsa reptil, burung dan telur burung. Berburu di hutan pada siang hari dengan cara berpindah dari tenggeran satu ke tenggeran yang lain.

Kebiasaan dan Status Migrasi

Elang yang paling umum di hutan dan tepi hutan, sering terlihat melambung sendirian, atau berpasangan, di atas bukit yang tinggi atau hutan pegunungan. Burung penetap, akan tetapi untuk individu muda meninggalkan lokasi berbiak untuk mengembangkan daerah jelajahnya (Bildstein 2006).

Status Keterancaman dan Perlindungan

Populasi dinyatakan masih umum. Popolasinya menghuni hutan – hutan di Papua dan New Guinea. Dilindungi Undang-undang No.5  tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999. IUCN red list menyatakan Least Concern. Appendix II CITES.

Sumber bacaan:

Debus, S., Kirwan, G.M. & Marks, J.S. (2018). Long-tailed Honey-buzzard (Henicopernis longicauda). In: del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. & de Juana, E. (eds.). Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions, Barcelona. (retrieved from https://www.hbw.com/node/52956 on 28 February 2018).

Global Raptor Information Network. 2018. Species account: Long-tailed Honey Buzzard Henicopernis longicauda. Downloaded from http://www.globalraptors.org on 28 Feb. 2018