Baza Hitam – Raptor Indonesia
 

Baza Hitam

| Posted in SPESIES

BLACK BAZA

Aviceda leuphotes (Dumont,1820)

Foto oleh: Asman Adi Purwanto

Persebaran dan Ras

Indomalayan Himalaya, India Selatan, Cina Selatan, Asia Tenggara. Pada musim dingin bermigrasi dan menjadikan kawasan Sunda Besar sebagai wintering area.

Terdapat  4 anak jenis (ras) dengan daerah persebaran:

  • Aviceda leuphotes wolfei Deignan, 1948 – Sichuan (China bagian tengah).
  • Aviceda leuphotes leuphotes (Dumont, 1820) – Barat laut India, Burma, dan bagian Barat Thailand;
  • Aviceda leuphotes syama (Hodgson, 1837) – Nepal, Burma, Cina Selatan, dan Thailand.
  • Aviceda leuphotes andamanica Abdulali & Grubh, 1970 – Kepulauan Andaman

Deskripsi

Berukuran kecil 32 cm, mudah dikenali, berwarna hitam dan putih. Jambul hitam panjang dan sering terangkat naik. Sebagian besar bulu hitam, dengan garis lebar putih di pada dada, sayap berbercak putih, dan perut bergaris pita gelap. Pada waktu terbang, sayap yang pendek membulat berpola garis-garis hitam dan bulu sekunder abu-abu (kontras dengan bulu primer yang pucat berujung hitam). Kepakan sayap seperti gagak, saat meluncur sayap terlihat datar.

Iris coklat gelap, paruh berwarna tanduk dengan sera abu-abu, kaki abu-abu gelap.

Foto oleh: Asman Adi Purwanto

Suara

Lemah, satu sampai tiga nada teriakan tipis seperti camar.

Habitat

Menghuni seluruh kawasan hutan hujan mulai dari bagian bawah hingga mencapai ketinggian 1800 m dpl. Namun demikian, lebih banyak ditemukan mulai dari ketinggian 200-1800 m dpl. Selain hutan hujan, jenis ini juga ditemukan di kawasan hutan industri dengan tipe vegetasi hutan pinus.

Berbiak

Di India dan Burma umumnya mulai berbiak pada Maret – Juli. Sarang berada di pohon – pohon yang tinggi di hutan. Sarang berupa tumpukan ranting berukuran 25 – 40 cm dengan kedalaman sarang sekitar 10 cm dan ketebalan sarang sekitar 20 cm. Jumlah telur 2 – 3 butir telur. Masa mengeram 27 hari dengan masa bersarang 29 – 35 hari.

Makanan

Makanan utamanya sebagian besar adalah hewan-hewan invertebrata termasuk Belalang, Cangcorang, Jangkrik dan Ulat, terkadang memangsa reptil dan burung berukuran kecil. Meluncur dan hovering untuk menangkap mangsa dari tempat bertengger, atau beruru serangga di udara dengan sasaran kelompok serangga atau burung yang terbang.

Kebiasaan dan Status Migrasi

Tinggal berpasangan atau dalam kelompok kecil. Terbang pada jarak pendek, berkelepak menyambar serangga-serangga besar di udara atau di atas tanah. Sering di temukan di sepanjang aliran air atau di hutan terbuka dan desa-desa. Pada saat musim migrasi lebih cenderung terbang melayang tinggi. Pengunjung musim di Indonesia yang masih minim informasinya. Di Thailand dan Malaysia pada musim migrasi flocking dalam jumlah besar > + 2000/flock.

Status Keterancaman dan Perlindungan

Perburuan ilegal untuk diperdagangkan di pasar gelap dan sebagai burung peliharaan. Dilindungi Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan PP 7 dan 8 Tahun 1999. Least concern (IUCN 2011), Appendix II CITES.

Sumber bacaan:

Ferguson-Lees, J., and D.A. Christie. 2001. Raptors of the world. Houghton Mifflin, Boston, MA.

Purwanto, A.A., F.D.N. Aji.., R. Hindriatni., A. Sukistyanawati., H. Cahyono., dan D. Sasmita. 2013. Panduan Lapang Burung Pemangsa di Kawasan Konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Balai Besar KSDA Jawa Timur. Surabaya.

Yamazaki, T., Nitani, Y., Murate, T,. Lim, K.C., Kasorndorbua, C., Rakhman, Z., Supriatna, A., and Gomboaatar, S. 2012. Field Guide to Raptor of Asia, Vol. 1, Migratory Raptors of Oriental Asia. Asian Raptor Research and Conservation Network, Japan. 119 Pp.